welcome to blok's

moga lulus kuliah dengan waktu yang cepat

Senin, 21 Januari 2013

TANJUNG ENIM (PALEMBANG) KOTA LAHIRKU


Saya ingin memperkenalkan daerah tempat ketinggalan ku tercinta

AMPERA Palembang                                                                         tanjung enim
              

Tanjung enim , sebagai tempat lahirku yang terkenal dengan kota batu bara.
Saya bangga lahir di tanjung enim, orang banyak berangapan tanjung enim itu kampungan karena jauh dari kota palembang,jauh dari bandara karena waktu tanjung enim – palembang 4jam, tapi bagiku tanjung enim sangat lah indah karena tanjung enim kota kecil yang amat cantik.                               
                                                                                                Batu bara
Saya ingin menceritakan kota kesayangan ku ini banyak orang dari daerah lain ingin berbondong-bondong untuk mencari pekerjaan karena perusaahan ptba sangat berpengaruh di kota tanjung enim dan salah satu perusahaan batu bara yang terbesar di sumatra.




Kantor PTBA                                                                          tambang ptba
              
Tambang PTBA



LAPANGAN GOLF                                                  RUANG BOWLING
                   



BOWLING                                                                 GOR
  
FUTSAL
Di tanjung enim sangat mudah untuk mencari tempat olahraga karena banyak di bangun fasilitas tersebut dari lapangan golf ,tenis, badminton, bowling, futsal, kolam renang dan cabang olahraga lainya semua itu diberikan ptba kepada untuk karyawan ptba dan keluarga ya semua ya gratis tetapi untuk umum sesuai tarif tertentu. Wah bukanlah itu hal yang sangat menguntungkan, jadi aku sanggat bangga orang tua ku bisa bekerja di sana karena alhamdullilah orang tua saya masih mampu membiaya kakak saya dan saya yang kemarin kuliah ya berbeda-beda. Kakak saya di jakarta barat dan saya di depok. Alhamdullilah orang tua saya masih mampu memberikan yang terbaik atas berkat ptba jadi saya bangga orang tua saya bekerja disana. Karena orang tua saya dulu bercerita dulu orang banyak yang enggan bekerja disana karena menurut ya itu pekerja kuli, tapi tahun demi tahun orang banyak yang bekerja di sana.
Tanjung enim juga mempunyai curug(air terjun) yang indah karena curug ya yang sangat tinggi 120 meter.


AIR TERJUN
     


Tanjung enim juga mempunyai bukit serelo yang biasaya ya lebih dikenal dengan gunung dempo atau gunung jempol


Dan sungai yang masih sangat bagus, tetapi sekarang sedikit tercemar karena suka ada pekerjaan tambang liar
          

Dan taman yang sangat indah dengan pohon yang unik, ngak kalah sama taman-taman kota lainya
   


Itu lah fasilitas dari PTBA.... wah sungguh luar biasa bukan. Fasilitas yang diberikan perusaan PTBA di tanjung enim dan kekayaan alam lainya.

Senin, 14 Januari 2013

CITA-CITA YANG TAK TERCAPAI

sewaktu aku masih kecil aku mempunyai cita-cita yaitu ingin menjadi pramugari…….
aku belajar dan terus belajar mengejar cita-cita ku….
aku berkhayal ketika aku dewasa nanti aku bisa bekerja melayani orang-orang di pesawat karena bagi aku mengasyikkan dan tanggung jawab ya besar….
dalam khayal ku PRAMUGARI…PRAMUGARI DAN PRAMUGARI….
tetapi ketika aku terkena penyakit mata aku sudah terkena min aku sedikit harapan aku akan sia-sia….
ketika umur ku semakin dewasa aku igin tetap bisa mencapai cita-cita ku, aku tidak boleh putus asa…
tapi ketika aku sma waktu kelas 3 ada tes LPPSPP sejenis sekolah pramugari disana aku tidak bisa ikut daftar karena persyaratan ya tidak boleh memakai kacamata…..
disana sudah sia-sia cita-cita ku….
aku tak bisa berharap lagi ingin menjadi seorang pramugari…
dan kali ini aku ingin menjadi orang yang sukses walaupun aku tak tahu takdirku nanti bekerja apa??

CURHATAN BUAT IBU

aku kuliah disini tidak ada siapa-siapa. tidak ada seorang teman pun yang aku kenal. aku bertekat kuliah di kota depok ini walaupun pertama ya aku tidak boleh oleh ibu ku untuk kuliah jauh, soal ya aku belum pernah pisah sama keluarga ku, tetapi entah mengapa alasan aku nekat kesini.
setelah aku menjalani kuliah disini aku dapat mengenal teman-teman di 1EB13…berkenalan dan kenal satu sama lain.
selama saya kuliah alhamdulillah belum ada hambatan apapun….
tetapi saya sekarang baru sadar bahwa larangan ibu itu benar….
saat ibu sakit aku tidak bisa melihat ya dan merawat ya, ibu pernah berkata( nak gag usah kuliah jauh* nanti misal ibu mati kamu gag bisa liat ibu) disana saya selalu terbebani perkataan itu dan selalu meneteskan air mata itu…..
kenapa aku tidak pernah menuruti perkataan mu ibuu….
aku memang keras kepala,,, tapi insya allah aku akan buktikan bakal sukses agar bisa bahagiain bapak dan ibu di tua kelak nanti…
rasa ya aku ingin cepat pulang dan memelukmu bu…
aku ingin merawat mu….
ibuu….
doain anakmu ini bu moga menjadi anak sukses…
dan lancarkan lah aku disini…..
dan tolong beri restu buat aku bisa bertahan di kota depok ini…..
aku baru sadar kalo aku jauh dari keluarga ku itu tidak enak….
penyesalan memang datang ya selalu di belakangan……………….

Rabu, 09 Januari 2013

BAB 12


PEMBANGUNAN KOPERASI DI NEGARA BERKEMBANG

Pembangunan Koperasi di Indonesia
Sejarah kelahiran dan berkembangnya koperasi di negara maju (barat) dan negara berkembang memang sangat diametral. Di barat koperasi lahir sebagai gerakan untuk melawan ketidakadilan pasar, oleh karena itu tumbuh dan berkembang dalam suasana persaingan pasar. Bahkan dengan kekuatannya itu koperasi meraih posisi tawar dan kedudukan penting da lam konstelasi kebijakan ekonomi termasuk dalam perundingan internasional. Peraturan perundangan yang mengatur koperasi tumbuh kemudian sebagai tuntutan masyarakat koperasi dalam rangka melindungi dirinya.

Di negara berkembang koperasi dirasa perlu dihadirkan dalam kerangka membangun institusi yang dapat menjadi mitra negara dalam menggerakkan pembangunan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu kesadaran antara kesamaan dan kemuliaan tujuan negara dan gerakan koperasi dalam memperjuangkan peningkatan kesejahteraan masyarakat ditonjolkan di negara berkembang, baik oleh pemerintah kolonial maupun pemerintahan bangsa sendiri setelah kemerdekaan, berbagai peraturan perundangan yang mengatur koperasi dilahirkan dengan maksud mempercepat pengenalan koperasi dan memberikan arah bagi pengembangan koperasi serta dukungan/perlindungan yang diperlukan.
Pembangunan koperasi dapat diartikan sebagai proses perubahan yang menyangkut kehidupan perkoperasian Indonesia guna mencapai kesejahteraan anggotanya. Tujuan pembangunan koperasi di Indonesia adalah menciptakan keadaan masyarakat khususnya anggota koperasi agar mampu mengurus dirinya sendiri (self help).

  1. Permasalahan dalam Pembangunan Koperasi
Koperasi bukan kumpulan modal, dengan demikian tujuan pokoknya harus benar-benar mengabdi untuk kepentingan anggota dan masyarakat di sekitarnya. Pembangunan koperasi di Indonesia dihadapkan pada dua masalah pokok yaitu masalah internal dan eksternal koperasi.
v  Masalah internal koperasi antara lain: kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan pengetahuan tentang kewajiban sebagai anggota. Harus ada sekelompok orang yang punya kepentingan ekonomi bersama yang bersedia bekerja sama dan mengadakan ikatan sosial. Dalam kelompok tersebut harus ada tokoh yang berfungsi sebagai penggerak organisatoris untuk menggerakkan koperasi ke arah sasaran yang benar.
v   Masalah eksternal koperasi antara lain iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi, seperti kebijakan pemerintah yang jelas dan efektif untuk perjuangan koperasi, sistem prasarana, pelayanan, pendidikan, dan penyuluhan.

  1. Kunci Pembangunan Koperasi
Menurut Ace Partadiredja dosen Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada, faktor-faktor yang menghambat pertumbuhan koperasi Indonesia adalah rendahnya tingkat kecerdasan masyarakat Indonesia. Hal ini disebabkan karena pemerataan tingkat pendidikan sampai ke pelosok baru dimulai pada tahun 1986, sehingga dampaknya baru bisa dirasakan paling tidak 15 tahun setelahnya.
Berbeda dengan Ace Partadiredja, Baharuddin berpendapat bahwa faktor penghambat dalam pembangunan koperasi adalah kurangnya dedikasi pengurus terhadap kelangsungan hidup koperasi. Ini berarti bahwa kepribadian dan mental pengurus, pengawas, dan manajer belum berjiwa koperasi sehingga masih perlu diperbaiki lagi.
Prof. Wagiono Ismangil berpendapat bahwa faktor penghambat kemajuan koperasi adalah kurangnya kerja sama di bidang ekonomi dari masyarakat kota. Kerja sama di bidang sosial (gotong royong) memang sudah kuat, tetapi kerja sama di bidang usaha dirasakan masih lemah, padahal kerja sama di bidang ekonomi merupakan faktor yang sangat menentukan kemajuan lembaga koperasi.

Ketiga masalah di atas merupakan inti dari masalah manajemen koperasi dan merupakan kunci maju atau tidaknya koperasi di Indonesia.
Untuk meningkatkan kualitas koperasi, diperlukan keterkaitan timbal balik antara manajemen profesional dan dukungan kepercayaan dari anggota. Mengingat tantangan yang harus dihadapi koperasi pada waktu yang akan datang semakin besar, maka koperasi perlu dikelola dengan menerapkan manajemen yang profesional serta menetapkan kaidah efektivitas dan efisiensi. Untuk keperluan ini, koperasi dan pembina koperasi perlu melakukan pembinaan dan pendidikan yang lebih intensif untuk tugas-tugas operasional. Dalam melaksanakan tugas tersebut, apabila belum mempunyai tenaga profesional yang tetap, dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan lembaga-lembaga pendidikan yang terkait.

Dekan Fakultas Administrasi Bisnis universitas Nebraska Gaay Schwediman, berpendapat bahwa untuk kemajuan koperasi maka manajemen tradisional perlu diganti dengan manajemen modern yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:
Ø  semua anggota diperlakukan secara adil,
Ø   didukung administrasi yang canggih,
Ø  koperasi yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang lebih kuat dan sehat
Ø   pembuatan kebijakan dipusatkan pada sentra-sentra yang layak,
Ø   petugas pemasaran koperasi harus bersifat agresif dengan menjemput bola bukan hanya menunggu pembeli,
Ø  kebijakan penerimaan pegawai didasarkan atas kebutuhan, yaitu yang terbaik untuk kepentingan koperasi,
Ø   manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis,
Ø   memprioritaskan keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota dan pelanggan lainnya,
Ø   perhatian manajemen pada faktor persaingan eksternal harus seimbang dengan masalah internal dan harus selalu melakukan konsultasi dengan pengurus dan pengawas,
Ø   keputusan usaha dibuat berdasarkan keyakinan untuk memperhatikan kelangsungan organisasi dalam jangka panjang,
Ø   selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan,
Ø   pendidikan anggota menjadi salah satu program yang rutin untuk dilaksanakan.

Kendala yang dihadapi masyarakat dalam mengembangkan koperasi di negara berkembang adalah sebagai berikut :
ü  Sering koperasi hanya dianggap sebagai organisasi swadaya yang otonom partisipatif dan demokratis dari rakyat kecil (kelas bawah) seperti petani, pengrajin, pedagang dan pekerja/buruh
ü  Disamping itu ada berbagai pendapat yang berbeda dan diskusi-diskusi yang controversial mengenai keberhasilan dan kegagalan seta dampak koperasi terhadapa proses pembangunan ekonomi social di negara-negara dunia ketiga (sedang berkembang) merupakan alas an yang mendesak untuk mengadakan perbaikan tatacara evaluasi atas organisasi-organisasi swadaya koperasi.
ü  Kriteria ( tolok ukur) yang dipergunakan untuk mengevaluasi koperasi seperti perkembangan anggota, dan hasil penjualan koperasi kepada anggota, pangsa pasar penjualan koperasi, modal penyertaan para anggota, cadangan SHU, rabat dan sebagainya, telah dan masih sering digunakan sebagai indikator mengenai efisiensi koperasi.
Konsepsi mengenai sponsor pemerintah dalam perkembangan koperasi yang otonom dalam bentuk model tiga tahap, yaitu :
a) Tahap pertama : Offisialisasi
Mendukung perintisan pembentukan Organisasi Koperasi.
Tujuan utama selama tahap ini adalah merintis pembentukan koperasi dari perusahaan koperasi, menurut ukuran, struktur dan kemampuan manajemennya,cukup mampu melayani kepentingan para anggotanya secara efisien dengan menawarkan barang dan jasa yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhannya dengan harapan agar dalam jangka panjang mampu dipenuhi sendiri oleh organisasi koperasi yang otonom.
Terdapat 2 jenis kebijakan dan program yang berkaitan dengan pengkoperasian, yaitu
1. Kebijakan dan program pendukung yang diarahkan pada perintisan dan pembentukan organisasi koperasi, kebijakan dan program ini dapat dibedakan pula, atas kebijakan dan program khusus misalnya untuk :
·         Membangkitkan motivasi, mendidik dan melatih para anggota dan para anggota pengurus kelompok koperasi.
·         Membentuk perusahaan koperasi ( termasuk latihan bagi para manager dan karyawan)
·         Menciptakan struktur organisasi koperasi primer yang memadai ( termasuk sistem kontribusi dan insentif, serta pengaturan distribusi potensi yang tersedia) dan,
·         Membangun sistem keterpaduan antar lembaga koperasi sekunder dan tersier yang memadai.
2. Kebijakan dan program diarahkan untuk mendukung perekonomian para anggota, masing-masing, dan yang dilaksanakan melalui koperasi terutama perusahaan koperasi yang berperan seperti organisasi-organisasi pembangunan lainnya.
b) Tahap kedua : De Offisialisasi
Melepaskan koperasi dari ketergantungannya pada sponsor dan pengawasan teknis, Manajemen dan keuangan secara langsung dari organisasi yand dikendalikan oleh Negara.
Tujuan utama dari tahap ini adalah mendukung perkembangan sendiri koperasi ketingkat kemandirian dan otonomi artinya, bantuan, bimbingan dan pengawasan atau pengendalian langsung harus dikurangi.
Kelemahan-kelemahan dalam penerapan kebijakan dan program yang mensponsori pengembangan koperasi :
v  Untuk membangkitkan motivasi para petani agar menjadi anggota koperasi desa, ditumbuhkan harapan-harapan yang tidak realistis pada kerjasama dalam koperasi bagi para anggota dan diberikan janji-janji mengenai perlakuan istimewa melalui pemberian bantuan pemerintah.
v  Selama proses pembentukan koperasi persyaratan dan kriteria yang yang mendasari pembentukan kelompok-kelompok koperasi yang kuatdan, efisien, dan perusahaan koperasi yang mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya secara otonom, tidak mendapat pertimbangan yang cukup.
v   Karena alas an-alasan administrative, kegiatan pemerintah seringkali dipusatkan pada pembentukan perusahaan koperasi, dan mengabaikan penyuluhan, pendidikan dan latihan para naggota, anggota pengurus dan manajer yang dinamis, dan terutama mengabaikan pula strategi-strategi yang mendukung perkembangan sendiri atas dasar keikutsertaan anggota koperasi.
v  Koperasi telah dibebani dengan tugas-tugas untuk menyediakan berbagai jenis jasa bagi para anggotanya (misalnya kredit), sekalipun langkah-langkah yang diperlukan dan bersifat melengkapi belum dilakukan oleh badan pemerintah yang bersangkutan (misalnya penyuluhan)
v  Koperasi telah diserahi tugas, atau ditugaskan untuk menangani program pemerintah, walaupun perusahaan koperasi tersebut belum memiliki kemampuan yang diperlukan bagi keberhasilan pelaksanaan tugas dan program itu
v  Tujuan dan kegiatan perusahaan koperasi (yang secara administratif dipengaruhi oleh instansi dan pegawai pemerintah) tidak cukup mempertimbangkan, atau bahkan bertentangan dengan, kepentingan dan kebutuhan subyektif yang mendesak, dan tujuan-tujuan yang berorientasi pada pembangunan para individu dan kelompok anggota.
Secara singkat dapat dibedakan tiga tipe konflik tujuan yang satu sama lain tidak cukup serasi, yaitu :
a. Koperasi serba usaha yang diarahkan untuk melaksanakan membawa pengaruh negatif terhadap kepentingan anggota atau fungsi-fungsi yang merupakan tugas instansi pemerintah, yang terhadap loyalitas hubungan antara anggota dan manajer
b. Perusahaan koperasi diarahkan bertentangan dengan kepentngan paraanggota untuk menjual hasil produksi para anggota engan harga yang lebih rendah dari harga pasar sebagai satu bentuk sumbangan terhadap stabilisasi harga secara umum.
c. Mungkin terkandung maksud atau asumsi bahwa perusahaan koperasi dapat meningkatkan kepentingan yang nyata atau sesungguhnya dari para anggota dan merangsang perubahan sosial ekonomi itu,tidak dipertimbangkan secara matang keadaan nyata dari para petani kecil yang menjadi anggota, struktur lahan dan pola produksi mereka, kebutuhan dan tujuan mereka.
Perkembangan koperasi sebagai Organisasi mandiri yang otonom
Setelah berhasil mencapai tingkat swadaya dan otonom, koperasi-koperasi yang sebelumnya disponsori oleh Negara dan mengembangkan dirinya sebagai organisasi swadaya koperasi bekerja sama dan didukung oleh lembaga-lembaga koperasi sekunder dan tersier.



pertanyaan
1,  Masalah internal koperasi antara lain:
A,  antara lain iklim yang mendukung pertumbuhan koperasi belum selaras dengan kehendak anggota koperasi
B,  selalu memikirkan pembinaan dan promosi karyawan,
C,  otonom partisipatif dan demokratis dari rakyat kecil (kelas bawah) seperti petani, pengrajin, pedagang dan pekerja/buruh
D,  kurangnya pemahaman anggota akan manfaat koperasi dan pengetahuan tentang            kewajiban sebagai anggota.

2.  Kelemahan-kelemahan dalam penerapan kebijakan dan program yang mensponsori pengembangan koperasi adalah.....
A,  koperasi dapat meningkatkan kepentingan yang nyata atau sesungguhnya dari para anggota dan merangsang perubahan sosial ekonomi itu,tidak dipertimbangkan secara matang keadaan nyata dari para petani kecil yang menjadi anggota, struktur lahan dan pola produksi mereka, kebutuhan dan tujuan mereka.
B,  Untuk membangkitkan motivasi para petani agar menjadi anggota koperasi desa, ditumbuhkan harapan-harapan yang tidak realistis pada kerjasama dalam koperasi bagi para anggota dan diberikan janji-janji mengenai perlakuan istimewa melalui pemberian bantuan pemerintah.
C,  dengan kepentngan paraanggota untuk menjual hasil produksi para anggota engan harga yang lebih rendah dari harga pasar sebagai satu bentuk sumbangan terhadap stabilisasi harga secara umum
D,  manajer selalu memperhatikan fungsi perencanaan dan masalah yang strategis,
Jawaban
1,  D    2.  B