welcome to blok's

moga lulus kuliah dengan waktu yang cepat

Kamis, 17 Oktober 2013

TUGAS 3



KARANGAN ILMIAH, SEMI ILMIAH, DAN NON-ILMIAH


Pengertian Karangan
Karangan merupakan karya tulis hasil dari kegiatan seseorang untuk mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada pembaca untuk dipahami.

Macam Karangan 
Berdasarkan bobot isinya karangan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :
  • Karangan Ilmiah adalah pengungkapan gagasan dan pembahasan yang disajikan secara logis dan sistematis
  • Karangan Semi Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi penulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya teknis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya atau sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisanya pun tidak semi formal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering dimasukkan karangan non ilmiah  
  • Karangan Non Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta pribadi dan ditulis menurut metodologi penulisan yang benar
Sifat Karangan
Setiap karangan memiliki sifat yang berbeda-beda, diantaranya sebagai berikut :
Sifat Karangan Ilmiah 
  • Abstrak normal  yaitu informatif, umum, non teknis, tidak untuk kepentingan pribadi menyertakan pendapat orang lain tanpa bukti, tidak ada ajakan emosional, popular,
  • Spesifik historis yaitu informatif, sumber sejarah, tanpa ajakan emosional, tidak untuk kepentingan pribadi, tidak memuat penilaian, kongkret, spesifik, semi teknis, bahasa dan susunan normal, 
  • Non teknis kongkrit: informatif, bernada populer, spesifik dan kongkrit, tanpa ajakan, emosional atau imaginatif, sistematis dan ditujukan kepada pembaca dengan pengetahuan ilmiah dasar,
  • Teknis umum: informatif, teknis, tidak untuk keberuntungan pribadi, masalah secara umum, kongkrit, tidak ada ajakan emosional, ditujukan kepada pembaca berpengetahuan teknis.
Sifat Karangan Non Ilmiah
  • Emotif yaitu sedikit informasi, kemewahan & cinta menonjol, melebihkan kebenaran, mencari keuntungan, tidak sistematis,
  • Persuasif yaitu Cukup informatif, penilaian fakta tidak dengan bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap dan cara berpikir pembaca,
  • Diskriktif yaitu informatif sebagian imaginatif dan subyektif, nampaknya dapat dipercaya, pendapat Pribadi,
  • Kritik tanpa dukungan bukti yaitu tidak memuat informasi spesifik, berisi bahasan dan kadangkadang mendalam tanpa bukti, berprasangka menguntungkan atau merugikan, formal tetapi sering dengan bahasa kasar, subyektif dan pribadi.
Bentuk Karangan
Karanga ilmiah, karangan semi ilmiah dan karangan non ilmiah masing-masing memiliki bentuk karangan sendiri berikut bentuk dan golongannya masing :

Bentuk Karangan Ilmiah
  • Makalah
  • Laporan
  • Skripsi
  • Tesis 
  • Disertasi

Bentuk Karangan Semi Ilmiah
  • Artikel
  • Editoria
  • Opini
  • Feuture
  • Reportase

Bentuk Karangan Non Ilmiah
  • Anekdot
  • Opini
  • Dongeng
  • Hikayat
  • Cerpen
  • Novel
  • Roman
  • Naskah Drama
Sifat Karangan Ilmiah
  1. Mengetengahkan masalah dalam bidang/cabang ilmu tertentu,
  2. Mengetengahkan suatu persoalan secara utuh, yang meliputi bagian pendahuluan, bagian inti, dan bagian penutup,
  3. Objektif, tidak memihak kepada seseorang atau sekelompok orang tertentu,
  4. Persoalan yang diketengahkan dibahas secara rasional, tidak emosional,
  5. Pengutaraan pendapat selalu didukung oleh fakta, dan
  6. Alur pemaparan sistematik dan runtut.

Sifat Karangan Semi Ilmiah
  1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  2. Fakta yang disimpulkan subjektif
  3. Gaya bahasa formal, sederhana, dan popular
  4. Tidak memuat hipotesis
  5. Penyajian fakta dibarengi dengan sejarah
  6. Bersifat imajinatif
  7. Situasi didramatisir, dan
  8. Bersifat persuatif

Sifat Karangan Non Ilmiah
  1. Ditulis berdasarkan fakta pribadi
  2. Fakta yang disimpulkan subjektif
  3. Gaya bahasa formal dan popular
  4. Mementingkan diri penulis
  5. Melebih-lebihkan sesuatu
  6. Usulan-suslan bersifat argumentif
  7. Bersifat persuasif
Ciri-ciri karangan ilmiah yaitu
1.      Objektif.
Keobjektifan ini menampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memverifikasi) kebenaran dan keabsahannya.
2.      Netral.
Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.
3.      Sistematis.
Uraian yang terdapat pada karya ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demikian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya.
4.      Logis.
Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif.
5.      Menyajikan fakta (bukan emosi atau perasaan).
Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan.
6.      Tidak Pleonastis
Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat kata-katanya atau tidak berbelit-belit (langsung tepat menuju sasaran).
7.      Bahasa yang digunakan adalah ragam formal.


Ciri-ciri karangan semi ilmiah atau ilmiah popular, yaitu :
1.      Ditulis berdasarkan fakta pribadi;
  1. Fakta yang disimpulkan subjektif;
  2. Gaya bahasa formal dan popular;
  3. Mementingkan diri penulis;
  4. Melebih-lebihkan sesuatu;
  5. Usulan-usulan bersifat argumentative; dan
  6. Bersifat persuasive.

Ciri-ciri karya tulis non-ilmiah :
1.      ditulis berdasarkan fakta pribadi,
2.      fakta yang disimpulkan subyektif,
3.      gaya bahasa konotatif dan populer,
4.      tidak memuat hipotesis,
5.      penyajian dibarengi dengan sejarah,
6.      bersifat imajinatif,
7.      situasi didramatisir,
8.      bersifat persuasif.
9.      tanpa dukungan bukti

Perbedaan Karangan Non ilmiah, Semi Ilmiah, dan Ilmiah
1.      Non Ilmiah (Fiksi) adalah Satu ciri yang pasti ada dalam tulisan fiksi adalah isinya yang berupa kisah rekaan. Kisah rekaan itu dalam praktik penulisannya juga tidak boleh dibuat sembarangan, unsur-unsur seperti penokohan, plot, konflik, klimaks, setting dsb.
2.      Semi Ilmiah adalah sebuah penulisan yang menyajikan fakta dan fiksi dalam satu tulisan dan penulisannyapun tidak semiformal tetapi tidak sepenuhnya mengikuti metode ilmiah yang sintesis-analitis karena sering di masukkan karangan non-ilmiah. Maksud dari karangan non-ilmiah tersebut ialah karena jenis Semi Ilmiah memang masih banyak digunakan misal dalam komik, anekdot, dongeng, hikayat, novel, roman dan cerpen.
Karakteristiknya :  berada diantara ilmiah.
3.      Ilmiah adalah  karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodolog penulisan yang baik dan benar. Adapun jenis karangan ilmiah yaitu:

·         Makalah: karya tulis yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif (menurut bahasa, makalah berasal dari bahasa Arab yang berarti karangan).
·         Kertas kerja: makalah yang memiliki tingkat analisis lebih serius, biasanya disajikan dalam lokakarya.
·         Skripsi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasar pendapat orang lain.
·         Tesis: karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam daripada skripsi.
·         Disertasi: karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasar data dan fakta yang sahih dengan analisi yang terinci.

’’Analisis dari Karya nonilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan nonilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya nonformal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis. Karya nonilmiah bersifat (1) emotif: kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi, (2) persuasif: penilaian fakta tanpa bukti. Bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informative, (3) deskriptif: pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif, dan (4) jika kritik adakalanya tanpa dukungan bukti’’.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar