Hukum
Bergaul dengan Orang-orang Kafir
Adapun pertanyaan mengenai pergaulan dengan
orang-orang kafir, kalau dari pergaulan itu bisa diharapkan masuk Islam setelah
ditawarkan kepadanya, dijelaskan keunggulan-keunggulannya dan keutamaannya,
maka boleh-boleh saja bergaul dengan mereka untuk mengajak mereka masuk Islam. Jika seseorang sudah melihat tidak ada harapan dari orang-orang kafir itu untuk masuk Islam, maka hendaknya jangan bergaul dengan mereka,
karena bergaul dengan mereka akan menimbulkan dosa, karena pergaulan itu
sendiri menghilangkan ghirah (kecemburuan) dan sensifitas (terhadap agama),
bahkan barangkali bisa menimbulkan rasa cinta dan kasih sayang kepada mereka,
kaum kuffar. Allah سبحانه و تعالى telah berfirman,
“Kamu tidak akan mendapat sesuatu
kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan
orang-orang yang menentang Allah dan RasulNya, sekalipun orang-orang itu
bapak-bapak atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka
itulah orang-orang yang Allah telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan
menguatkan mereka dengan pertolongan dariNya.” (Al-Mujadilah: 22).
Berkasih
sayang kepada musuh-musuh Allah, mencintai dan loyal kepada mereka adalah
sangat bertentangan dengan apa yang menjadi kewajiban bagi seorang Muslim. Sebab Allah سبحانه و تعالى telah melarang akan hal itu, seraya berfirman,
“Wahai orang-orang yang berfirman,
janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nashrani menjadi
pemimpin-pemimpin (mu); sebab sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian
yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka
sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak
memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (Al-Ma’idah: 51).
Dan firmanNya,
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-musuhKu, dan musuh-musuh kamu menjadi teman-teman setia(mu) yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.” (Al-Mumtahanah: 1).
“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-musuhKu, dan musuh-musuh kamu menjadi teman-teman setia(mu) yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu.” (Al-Mumtahanah: 1).
Dan sudah tidak diragukan lagi bahwa setiap orang kafir adalah musuh Allah dan musuh kaum
beriman. Allah telah berfirman,
“Barangsiapa yang menjadi musuh
Allah, malaikat-malaikatNya, rasul-rasulNya, Jibril dan Mika’il, maka
sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir.” (Al-Baqarah: 98).
Maka tidak sepantasnya bagi seorang yang beriman
bergaul dengan musuh-musuh Allah, berbelaskasih dan mencintai mereka, karena
mengandung banyak bahaya besar atas agama dan manhajnya.
Rujukan:
Ibnu Utsaimin: Fatawa nur ‘alad darbi
Ibnu Utsaimin: Fatawa nur ‘alad darbi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar